Pelaksanaan tracer study di Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta dilaksanakan berdasarkan Surat Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Nomor 1997/E2/WA.01.04/2022 tanggal 26 April 2022 tentang pelaporan Hasil Pelacakan Jejak Alumni (Tracer Study) Tahun 2022. Tracer Study dilakukan secara terkoordinasi di tingkat perguruan tinggi sehingga pelaksanaannya berjalan sistematis dan terarah. Kegiatan ini dilakukan secara reguler setiap tahun dengan dokumentasi yang lengkap, sehingga data dapat ditelusuri secara berkesinambungan. Instrumen yang digunakan mencakup seluruh inti pertanyaan tracer study pendidikan tinggi, mulai dari relevansi kurikulum dengan dunia kerja, kompetensi lulusan, hingga kepuasan pengguna, sehingga hasilnya komprehensif. Sasaran tracer study ditujukan kepada seluruh lulusan dalam rentang tahun 2020-2023 untuk memperoleh gambaran representatif terkait profil lulusan.
Lama Studi Mahasiswa
Rata-rata lama studi mahasiswa dalam menyelesaikan masa studi yaitu 4 tahun sesuai dengan masa tempuh kurikulum. Faktor utama yang mempengaruhi ketepatan kelulusan karena adanya dukungan yang diberikan antara lain 1) Tersedianya buku panduan skripsi sebagai panduan tahapan-tahapan yang dilalui oleh mahasiswa, 2) mengumpulkan mahasiswa ketika memasuki proses penyusunan Tugas Akhir/ Skripsi, 3) Fakultas dan prodi memonitoring mahasiswa yang berprogres dalam penyelesaian skripsi, apabila ada yang lambat dalam proses penyusunan skripsi, PS memanggil untuk melakukan diskusi dan kesepakatan penyelesaian skripsi. Selain itu PS juga memfasilitasi ruang perpustakaan untuk mahasiswa dapat mengerjakan skripsi dengan pantauan pengelola jurusan.
| Tahun Masuk | Jumlah Mahasiswa Diterima | Jumlah Lulusan | Rata-rata Masa Studi |
| 2017 | 46 | 37 | 4.25 |
| 2018 | 45 | 45 | 4.01 |
| 2019 | 45 | 45 | 4.01 |
| 2020 | 43 | 43 | 4.00 |
| 2021 | 19 | 19 | 3.75 |
| Rata-Rata | 4.00 |
Kelulusan Tepat Waktu
Persentase mahasiswa Pendidikan Seni Pertunjukan yang berhasil menyelesaikan studi tepat waktu sesuai Masa Tempuh Kurikulum (MTK) mencapai 60,4 %. Untuk mempertahankan lulusan tepat waktu dan memotivasi lulusan yang tidak tepat waktu, Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan memberikan dukungan akademik yang berkesinambungan, meliputi bimbingan akademik intensif oleh dosen wali dan dosen pembimbing skripsi, layanan konsultasi untuk memantau perkembangan studi, serta penyediaan fasilitas belajar seperti laboratorium, perpustakaan, sistem informasi akademik (siak.isi.ac.id), digilib ISI Yogyakarta, dan LMS. Selain itu, terdapat program khusus seperti klinik skripsi pada mata kuliah Penulisan Proposal Tugas Akhir, kelas remedial, semester antara, mentoring personal, serta kebijakan prodi bagi mahasiswa yang menghadapi kendala akademik maupun non-akademik. Dengan dukungan ini, mahasiswa lebih terbantu dalam merencanakan studinya secara sistematis, menyelesaikan tugas akhir tepat waktu, dan menjaga capaian prestasi akademik, sehingga keberhasilan kelulusan tepat waktu dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada tingkat yang optimal.
| Tahun Masuk | Jumlah Lulusan | Jumlah Lulusan Tepat Waktu | Persentase |
| 2021 | 19 | 19 | 100% |
| 2020 | 30 | 14 | 46% |
| 2019 | 38 | 15 | 39% |
| 2018 | 40 | 26 | 65% |
| 2017 | 37 | 25 | 67% |
Keberhasilan Studi Mahasiswa
Persentase mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta yang berhasil menyelesaikan studi paling lama 7 tahun sebanyak 85,12%, hal ini mencerminkan capaian keberhasilan PS dalam mendukung mahasiswa hingga tahap akhir pendidikan. Untuk meningkatkan angka kelulusan, program studi menerapkan berbagai strategi, di antaranya memperkuat sistem pembimbingan akademik secara intensif, menyediakan pendampingan khusus bagi mahasiswa yang menghadapi kesulitan dalam penyusunan tugas akhir, memberikan layanan konseling akademik dan non-akademik, serta memberikan informasi beasiswa agar masalah finansial tidak menjadi hambatan. Selain itu, program studi juga meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kurikulum yang adaptif, pemetaan sebaran mata kuliah, semester antara, serta program remedial dan pengayaan. Dengan strategi tersebut, diharapkan angka kelulusan terus meningkat dari tahun ke tahun, sehingga kualitas capaian pembelajaran lulusan dapat terjaga.
| Angkatan | Tahun Lulus | Jumlah Mahasiswa Masuk | Jumlah Lulusan | Prosentase Keberhasilan Studi |
| 2018 | 2024/2025 | 45 | 40 | 88.89% |
| 2017 | 2023/2024 | 46 | 37 | 80.43% |
| 2016 | 2022/2023 | 43 | 37 | 86.05% |
| Rata-Rata | 85.12% |
Employability, Kewirausahaan, dan Studi Lanjut
Sebagian besar lulusan Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta sebanyak 86% telah bekerja pada lembaga pendidikan atau bidang yang relevan dengan profil lulusan, sehingga menegaskan relevansi kurikulum dan kompetensi yang diajarkan dengan kebutuhan dunia kerja. Persentase lulusan yang memilih usaha mandiri sebanyak 6%, mencerminkan adanya jiwa kewirausahaan yang dibangun selama masa studi. Sementara itu, lulusan yang melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 sebanyak 2,5% menunjukkan komitmen terhadap pengembangan akademik dan keilmuan lebih lanjut. Adapun lulusan yang mengikuti PPG sebanyak 5% memperlihatkan kesesuaian jalur karier mereka dengan profesi guru yang menjadi salah satu profil utama program studi. Secara keseluruhan, sebagian besar lulusan telah terserap pada bidang yang relevan, baik melalui pekerjaan langsung, usaha mandiri, studi lanjut, maupun PPG. Hal ini mencerminkan efektivitas program studi dalam menyiapkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan mampu mengembangkan diri sesuai dengan profil lulusan yang ditetapkan.
Untuk meningkatkan employability, kewirausahaan, dan studi lanjut lulusan, UPPS/PS melakukan beberapa langkah konkret, di antaranya: 1) Meningkatkan kemitraan dengan lembaga pendidikan melalui MoU/kerja sama yang memberikan peluang magang, rekrutmen, maupun praktik pengalaman lapangan. 2) Menyelenggarakan pelatihan soft skills dan sertifikasi kompetensi (seperti microteaching, digital literacy, atau pelatihan bahasa) agar lulusan lebih kompetitif di pasar kerja. 3) Mengembangkan inkubator bisnis kependidikan dan program kewirausahaan mahasiswa untuk mendorong lulusan berani membuka usaha mandiri. 4) Memberikan bimbingan studi lanjut melalui seminar akademik, workshop penulisan proposal beasiswa, serta akses informasi peluang S2/S3 di dalam maupun luar negeri. 5) Mendorong partisipasi lulusan dalam PPG dengan memberikan pendampingan administratif, pelatihan persiapan ujian seleksi, dan jejaring dengan mitra sekolah.
| Tahun Masuk | Jumlah | Presentase |
| Bekerja di lembaga pendidikan tertentu atau bidang lainnya yang relevan dengan profil lulusan | 69 | 86% |
| Usaha mandiri | 5 | 6% |
| Studi lanjut ke S2 | 2 | 2,5% |
| Mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) | 4 | 5% |
Waktu Tunggu Mendapatkan Pekerjaan Utama
Rata-rata lulusan Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta mendapatkan pekerjaan pertama yaitu 3 bulan setelah kelulusan. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan relatif cepat terserap di dunia kerja sesuai dengan profil lulusan program studi. Distribusi waktu tunggu menunjukkan kecenderungan sebagian besar lulusan memperoleh pekerjaan dalam rentang waktu yang hampir sama, yaitu antara 1 hingga 3 bulan, meskipun terdapat sedikit mahasiswa dengan masa tunggu sampai dengan 6 bulan tergantung pada kesiapan individu dan jenis pekerjaan yang diincar. Variasi waktu tunggu tersebut masih dalam kategori wajar dan mencerminkan dinamika proses transisi lulusan dari dunia pendidikan ke dunia kerja.
| Tahun Lulus | Rerata Masa Tunggu |
| 2020-2021 | 2 bulan |
| 2021-2022 | 3 bulan |
| 2022-2023 | 3 bulan |
| Rerata | 2,67 (3 bulan) |